Mudahnya Belajar Bahasa Arab itu …..

“bahasa Arab ?????”

“susssaaahhhhh !!!!”

wahhh ,,, bagi yang bilang belajar bahasa arab itu susah ,,, pasti belum baca artikel saya ttuuuhhh (hahaha) . Jaman sekarang banyak loh, yang mencari guru les privat untuk belajar bahsa arab. Bahasa arab sekarang sudah bukan lagi bahasa yang asing, karena semakin banyak orang yang ingin belajar dan menguasai bahsa arab, oleh karena itu, jangan heran deh, kalo misalnya mampu berbahasa arab merupakan syarat yang harus disanggupi bagi pelamar pekerjaan ,,,, hehehe terutama bagi pendidik yang melamar di sekolah Islam (swasta)

Sebenarnya, bahasa arab itu bukanlah suatu bahasa yang sulit untuk di pelajari, karena tanpa guru privatpun sebenarnya kita bisa llooohhh ,,,, apalagi setelah membaca artikel ini ( hohohoho… ‘ngarep laku nieh’ ).  Selain itu, ternyata Bahasa Arab itu juga bisa membantu mencerdaskan otak kita lloohh …

Nah lo …. kagetkan ????  oke deh ,, daripada makin bingung + kaget + aneh ,,, di artikel saya selanjutnya ini, saya akan mengulik sedikit mengenai bagaimana sih cara mudah kita untuk belajar bahasa arab itu dan apa saja keunggulan bahsa Arab itu , langsung aja yuuuukkkk ….

beberapa cara mudah mempelajari bahasa Arab antara lain:

Pertama,Hendaknya mengikhlaskan niat mempelajarinya hanya karena Allah.

Ikhlas selalu diberi tempat utama oleh para ulama’ sebelum memasuki pembahasan. Ikhlas ini pula yang menjadi hadits pertama dalam Al Arba’in An Nawawiyyah. Maka, sudah selayaknya seorang penuntut ilmu memperhatikan hal ini. Tanamkan pada diri sendiri bahwa kita mempelajari bahasa Arab supaya mengangkat kejahilan yang ada pada diri kita terhadap agama ini, bukan untuk dunia atau semisalnya. Sungguh ikhlas merupakan hal yang berat oleh para salafush shalih terdahulu. Maka ana perlu juga berbagi kiat-kiat supaya ikhlas dalam beramal sebagai nasihat untuk kita bersama, diantaranya :

  • Berdo’a kepada Allah supaya kita dijadikan termasuk orang-orang yang ikhlas karena  Do’a merupakan senjatanya orang-orang mukmin
  • Sebisa mungkin menyembunyikan amalan sebagaimana yang banyak dilakukan oleh generasi salafush shalih terdahulu
  • Memperhatikan amal-amal orang shalih yang sudah mendahului kita, bukan membandingkan dengan orang-orang sezaman karena semua yang masih hidup tidaklah aman dari fitnah.
  • Memandang kecil amal-amal kita sehingga menumbuhkan semangat untuk memperbaiki amalan.
  • Menumbuhkan rasa takut tidak diterimanya amal. Inilah yang senantiasa dikhawatirkan oleh para salafush shalih dalam banyak riwayat.
  • Tidak terpengaruh ucapan orang.
  • Kesadaran bahwa surga dan neraka bukan di tangan manusia, akan tetapi di tangan Allah ‘azza wajalla semata.
  • Selalu mengingat bahwa kelak  di kubur kita akan sendirian. Yang menemani kita hanyalah amal shalih yang ikhlas karena Allah semata.

Itu beberapa kiat supaya ikhlas yang ana kumpulkan dari berbagai kajian. Kita memohon kepada Allah subhanahu wata’ala agar kita dijadikan Allah termasuk orang-orang yang ikhlas.

Kedua. Hendaknya menyiapkan perbekalan berupa kelancaran membaca tulisan Arab

Tidaklah mungkin seorang akan menjadi lancar berbahasa Arab sedangkan dia masih terbata-bata membaca tulisan Arab. Hal ini sering sekali dijumpai pada sebagian orang tergesa-gesa dalam belajar. Maka selayaknya seorang penuntut ilmu memperhatikan kelancaran dan kefasihan membaca tulisan Arab sehingga hal ini menjadi bekal penting nantinya untuk terjun belajar bahasa Arab.

Ketiga. Hendaknya belajar di bawah bimbingan guru yang ahli di bidangnya.

Hal ini sering menjadi kekeliruan oleh penuntut ilmu apapun ketika belajar tanpa bimbingan guru (otodidak). Hal ini pula yang selalu dinasehatkan oleh para ulama’ supaya menuntut ilmu dibawah bimbingan guru. Sebab, barangsiapa yang menjadikan kitabnya sebagai gurunya, maka dia akan lebih banyak salahnya dari pada benarnya. Hal ini disebabkan karena pemahaman setiap orang berbeda-beda. Contoh gampangnya, ketika ujian kita dapati jawaban satu dengan lainnya tidaklah sama berdasarkan pemahaman murid yang berbeda-beda. Itu pun masih dalam bimbingan guru, maka bagaimana lagi kalau tanpa bimbingan guru? Bagaimana lagi jika yang dipelajari secara otodidak adalah ilmu agama?Tentu dikhawatirkan dia akan sesat dan menyesatkan.

Keempat.Hendaknya seorang yang belajar menghiasi dirinya dengan sabar

Seorang penuntut ilmu terkadang resah melihat dirinya masih saja membahas bab ini sementara teman-temannya yang lain sudah meninggalkannya sedemikian jauh. Maka hendaknya dia sabar dan tidak tergesa-gesa. Sebab, dampak paling buruk dari ketidaksabaran menuntut ilmu adalah dia berpaling dari ilmu tersebut, tidak mau mempelajarinya lagi. Kita bisa lihat teladan-teladan agung para ulama dalam menuntut ilmu yang apabila diceritakan kisah mereka dalam menuntut ilmu niscaya kita merasa takjub, salah satu kunci keberhasilan mereka menuntut ilmu adalah dengan sifat sabar. Al Imam Asy-Syafi’i rahimahullah dengan sabarnya satu malam hanya mengumpulkan faedah dari 1 buah hadits sehingga terkumpul 1000 faedah. Kalau kita, baru seumur jagung dalam belajar bahasa Arab saja sudah berangan angan membaca Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiah, Al Mughni Ibnu Qudamah, dan lainnya.

Kelima. Hendaknya thalabul ‘ilmi bersungguh-sungguh dalam belajar, muraja’ah, dan menjaga ilmu yang telah tertancap pada dirinya.

Kesungguhan merupakan salah satu sebab seseorang berhasil dalam belajar bahasa Arab. Sikap pantang menyerah adalah sikap yang diwariskan oleh para ulama’ kepada manusia setelah generasi mereka. Kita lihat metode yang diwariskan oleh para ulama menuai hasil yang menakjubkan. Al Imam Al Bukhori rahimahullah bolak-balik bangun di malam hari hanya sekedar mencatat hadits yang beliau ingat. Hal ini sebagai bukti semangat beliau dalam penjagaan agama ini. Maka hendaknya hal ini perlu kita perhatikan bersama karena jika semangat seseorang tengah membara kepada suatu hal, apapun akan berusaha dia lakukan demi mendapatkan sesuatu tersebut.

Keenam. Hendaknya seorang yang belajar bahasa Arab memulai dari tingkatan yang paling mudah

 Sebab, seorang belajar ibarat menapaki anak tangga. Untuk mencapai anak tangga kelima, dia harus melewati anak tangga pertama sampai keempat. Begitu pula belajar bahasa Arab. Seorang pemula yang baru pertama belajar bahasa Arab, hendaknya juga melalui anak tangga pertama. Kitab yang paling bagus untuk kalangan pemula sebagaimana yang ma’ruf di kalangan thalabul ilmi adalah Kitab Al Muyassar karangan Ust. A. Zakariya. Didalamnya terdapat kaedah-kaedah dasar bahasa Arab yang sangat penting khususnya masalah nahwu. Apabila hal ini telah selesai, maka tingkatan selanjutnya adalah cabang ilmu sharaf. Kitab yang bagus untuk masalah ini adalah kitab Mukhtarot yang dikarang oleh Al Ustadz Ainur Rofiq Ghufronhafizhahullah. Di dalamnya terdapat contoh-contoh tashrif yang sudah mencukupi bagi yang ingin mendalami ilmu tashrif. Di dalamnya juga terdapat kaedah-kaedah nahwu yang sebagiannya tidak ada dalam kitab Al Muyassar. Untuk mengetahui contoh tashrif yang paling lengkap, ada juga kitab Al Amtsilatu At Tashrifah. Dulu kitab ini ana pelajari waktu kecil tapi sekarang sudah tidak ana pelajari.

Terdapat pula rujukan kitab yang bagus dan mudah difahami oleh orang awam yang bisa juga dipelajari oleh pemula ataupun yang sudah belajar muyassar, yaitu kitab Pengantar Mudah Berbahasa Arab yang ditulis oleh Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsari hafizhahullah. Isinya sebagian besar membahas kaedah dasar nahwu, namun ditulis dengan gaya berbeda. Sisi keunggulan kitab ini adalah disisipkannya mutiara-mutiara nasehat para ulama dalam menuntut ilmu pada beberapa halaman. Tujuannya, ketika thalabul ilmi sudah mulai jenuh atau bosan ketika menuntut ilmu, dengan adanya petikan nasehat para ulama tersebut dapat membuatnya semangat kembali.

Setelah kaedah dasar nahwu dan sharaf dikuasai, dapat melangkah ke tingkat lanjutan. Kitab yang bagus dalam masalah ini adalah kitab Mulakhkhos atau kitab Muyassar II. Di dalam kitab Mulakhkhos terdapat rincian yang lebih mendalam yang tidak ada pada kitab-kitab lain baik dalam masalah nahwu ataupun sharaf. Terdapat pula rincian-rincian tentang uslub (gaya bahasa) yang penting untuk memahami bahasa Arab.

Setelah thalabul ilmi telah melewati tahapan-tahapan ini, dia telah memiliki bekal awal untuk bisa membaca kitab gundul. Namun, hal ini kuranglah bermanfaat jika dia tidak mengikuti kajian-kajian yang di dalamnya dibahas kitab-kitab para ulama’. Jika dia menempuh jalan ini maka akan semakin mudah baginya untuk memahami bahasa Arab.

Ketujuh. Memperkaya Kosakata

Terkadang, seseorang sangat mahir dalam membaca kitab gundul. Akan tetapi, ketika ditanya artinya tak satupun yang dia pahami. Maka penting bagi kita untuk memperkaya kosakata serta teknik-teknik penerjemahan yang baik karena itu memerlukan pembelajaran khusus serta latihan khusus. Akan menjadi hal yang percuma jika kita belajar kaedah-kaedah bahasa Arab akan tetapi kita lupa kalau bahasa Arab itu pun memiliki arti dalam bahasa Indonesia.

Kedelapan. Hendaknya seorang yang belajar bahasa Arab terikat dengan Al Qur’an.

Sepintas memang agak tidak nyambung. Tapi tidaklah hal ini ana tulis melainkan telah ana buktikan sebagai metode ampuh dalam membaca kitab gundul. Seseorang ketika membaca kitab gundul ketika tersendat dalam suatu kalimat, tidak tahu ini marfu’ ,manshub, atau majrur, keterikatan dirinya terhadap AL Qur’an terkadang membantunya membacanya dengan benar. Dia akan merasakan sesuatu yang aneh kalau kalimat ini dibaca selain dengan cara ini karena di benaknya terngiang bahwa ada ayat atau hadits yang bunyinya kurang lebih sama dengan kitab gundul ini. Keterikatan terhadap Al Qur’an tidak hanya menentukan kita dapat menetukan i’rabnya, namun juga cara baca harokat kalimat sebelum harokat akhirnya.

Tiga Keunggulan mempelajari Bahasa Arab.

Keunggulan-keunggulan kita mempelajari bahsa Arab antara lain adalah:

1. Berfungsi sebagai Sumber Informasi, Sumber Ilmu

Haa Miim… Diturunkan dari Zat Yang Maha Rahman dan Rahim… Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya sebagai Al-Quran yang berbahasa Arab, bagi kaum yang MENGETAHUI..
(QS Fushshilat, 41:3)

Kata MENGETAHUI sengaja saya tulis dengan huruf kapital, untuk menunjukkan penegasan fungsi dan tujuan diturunkannya Al-Quran dalam bahasa Arab. Dalam redaksi Arabnya adalah ya`lamuun, yang artinya mengetahui.

Al-Quran adalah Kitab Suci yang mengandung ilmu-ilmu yang tak terbatas, dan takkan bisa digali secara tuntas. Ilmu yang dikandungnya takkan pernah habis walau terus digali dan dikuras sepanjang masa, sepanjang kehidupan dunia masih ada. Al-Quran adalah sumber ilmu yang kaya dan abadi.

Menariknya, penegasan bahwa Al-Quran sebagai sumber ilmu (ya`lamuun) itu, bukan sosok Al-Qurannya saja. Melainkan sosok AL-QURAN YANG BERBAHASA ARAB. Al-Quran menyebutnya,Qur`aanan `Arabiyyan. Sifat kearaban itu melekat dalam Al-Quran.

Ini artinya, yang menjadi sumber ilmu itu bukan Al-Quran yang Kitab Suci itu, tetapi juga bahasa Arab yang menjadi media Kitab Suci itu diturunkan. Al-Quran mewujud menjadi sumber ilmu ketika ia diturunkan dalam bahasa Arab. Ketika Al-Quran menjadi sumer ilmu, maka bahasa Arab juga menjadi sumber ilmu. Sebuah Kitab Suci yang menjadi sumber ilmu hanya pantas diturunkan dalam sebuah bahasa yang memang pantas menjadi sumber ilmu pula. Sehingga ada kompatibilitas (kesetimbangan) antara Kitab Suci dan bahasa yang menjadi medianya. Dan kompatibilitas itu takkan terjadi bila medianya menggunakan bahasa selain Arab.

Dengan demikian, dengan sendirinya berarti bahasa Arab adalah sebuah bahasa yang kaya ilmu, menjadi sumber informasi dan pengetahuan.

2. Berfungsi Inteligensi, Mencerdaskan

Ada dua ayat yang menegaskan ini. Mari kita lihat:

Alif Laam Raa… Itu adalah ayat-ayat Al-Kitab yang jelas. Sesungguhnya Kami telah MENURUNKAN Al-Kitab itu Al-Quran yang Berbahasa Arab agar kalian BERAKAL…
(QS Yusuf, 12:1-2)

Haa Miim… Demi Al-Kitab yang jelas. Sesungguhnya Kami telah MENJADIKAN Al-Kitab itu Al-Quran yang Berbahasa Arab agar kalian BERAKAL… (QS al-Zukhruf, 43:1-3

Di situ Allah Swt. menegaskan bahwa tujuan diturunkan dan dijadikannya Al-Quran berbahasa Arab adalah “agar kalian berakal” (la`allakum ta`qiluun). Kata aqal dalam Al-Quran selalu digunakan dalam bentuk kata kerja, kata yang bermakna aktivitas yang terus berproses. Akal bermakna kecerdasan. Sehingga, mengapa Al-Quran diturunkan berbahasa Arab, di antaranya adalah agar kita cerdas.

Itu artinya, kearaban Al-Quran itu berfungsi mencerdaskan para pembaca dan pengkajinya. Yang mencerdaskan manusia itu bukan saja Al-Quran sebagai Kitab Sucinya, melainkan juga Al-Quran yang berbahasa Arabnya juga. Karena sifat kearaban itu melekat dalam Al-Quran, maka ketika Al-Quran mencerdaskan, maka bahasa Arab yang menjadi medianya juga, mencerdaskan.

yang perlu diteliti lebih lanjut adalah, dalam kedua ayat di atas, Allah mengungkapkan dua kata yang berbeda, berkaitan dengan Al-Quran berbahasa Arab itu. Pertama Dia mengungkapkan, “Kami MENURUNKAN”. Dan yang kedua Dia mengungkapkan, “Kami MENJADIKAN.” Antara kata menurunkan dan menjadikan, tentu saja keduanya memiliki makna yang berbeda.

“Menurunkan” adalah sebuah aktivitas menggerakkan sesuatu dari atas ke bawah. Artinya, Al-Quran diturunkan dari Alam Tinggi (Lawh Mahfuzh) ke Alam Rendah (alam dunia), dengan bahasa Arab. Sedangkan “menjadikan” adalah sebuah tindakan menetapkan dan mengadakan sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada, atau dari suatu kondisi ke kondisi lain yang dikehendaki. Ini berarti, bahwa kearaban Al-Quran adalah sebuah ketetapan yang Allah kehendaki.

3. Fungsi Spiritual

Dalam sebuah ayat disebutkan sebagai berikut:

Al-Quran yang berbahasa Arab, yang tidak memiliki kebengkokan, agar mereka BERTAKWA… (QS al-Zumr, 39:28)

Di sini ditegaskan bahwa Al-Quran berbahasa itu tujuannya adalah agar kita semua BERTAKWA. Tentu saja takwa merupakan sebuah konsep yang sangat luas dan dalam. Tetapi secara garis besar, takwa merupakan dimensi spiritualitas.

Secara implisit ini menyatakan bahwa Al-Quran yang berbahasa Arab itu bisa menjadikan seseorang bertakwa, menjadi baik, menjadi sosok yang spiritual, yang dekat kepada Tuhan. Banyak kalangan yang menceritakan pengalaman mereka, bahwa ketika mereka membaca Al-Quran mereka merasa damai, tenang, dan merasa dekat dengan Rabb. Bunyi dan nada bacaan Al-Quran membuat mereka hanyut dalam kedamaian.

Itu artinya, Al-Quran dapat menggerakkan orang untuk menspiritualkan dirinya, untuk menjadi sosok yang mulia dan dekat dengan Penguasa dirinya. Al-Quran dapat menumbuhkan dan mengaktifkan kekuatan pengendalian diri pada seseorang. Al-Quran memiliki kekuatan untuk mendamaikan dan menenangkan. Dan kekuatan itu muncul dari Al-Quran yang berbahasa Arab.

Ini juga sekaligus berarti bahwa bahasa Arab memang memiliki kekuatan untuk menspiritualkan manusia, membuat manusia cenderung pada kebaikan. Berbeda dengan bahasa-bahasa lain. Kita misalnya dapat merasakan dan menyaksikan, jika ada orang yang pandai berbahasa Arab, maka ia akan lazim disebut oleh masyarakatnya dengan sebutan ustadz atau bahkan kyai. Ketika seseorang sudah dilabeli sebutan ustadz, maka ia akan berpikir seribu kali untuk bertindak buruk atau amoral. Sehingga, bahasa Arab telah menjadikannya bergerak pada kebaikan. Bahasa Arab adalah bahasa dakwah, bahasa yang dapat memperbaiki perilaku seseorang. Sebaliknya, kita juga dapat merasakan, ada sebuah bahasa yang auranya justru mendorong seseorang pada keburukan dan kemaksiatan.

Kita mungkin akan mempertanyakan: “Jika bahasa Arab bisa menspiritualkan kepribadian seseorang, lalu mengapa ada saja –atau bahkan banyak– orang Arab yang juga berperilaku buruk dan tidak bermoral?”

Jawabnya: “Sebagaimana air yang memiliki kekuatan untuk membasahi, tetapi ia takkan bisa membasahi siapa pun yang tidak mau menyentuh atau tersentuh olehnya. Sebagaimana bola lampu yang bisa menerangi, tetapi ia takkan bisa menerangi orang-orang sekelilingnya jika mereka tidak mau menyalakannya. Begitu seterusnya.”

Nah, demikian kiat-kiat atau cara mudah mempelajari bahasa Arab,,  semoga bagi yang susah mempelajarinya,, setelah membaca jadi punya motivasi untuk mempelajarinya sungguh-sungguh , dan bagi yang sudah mampu menguasai agar lebih termotivasi lagi yyaakkk ????. Asal niat kita ikhlas Insya ALLAH, di beri kemudahan ,,, ameen.

oke, semoga bermanfaat , tunggu artikel berikutnya yya ????🙂

 

sumber :  http://elektrocyber.wordpress.com , http://anwar-sanusi.abatasa.com

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s