Pandangan Para Ahli tentang Anak

  Pandangan Para Ahli tentang Anak

Pada abad pertengahan, muncul anggapan bahwa anak adalah orang dewasa dalam bentuk mini sehingga diperlakukan seperti orang dewasa. Sekitar abad ketujuh belas atau kedelapan belas muncullah ide bahwa masa kanak-kanak merupakan periode perkembangan yang special karena memiliki kebutuhan psikologis, pendidikan serta fisik yang khas. Namun demikian, masih tersisa berbagai kontroversi seputar cara memahami tabula rasa  dan cara menyesuaikan diri dengan kebutuhan-kebutuhan tersebut. Beberapa ahli yang menanggapi tentang pandangan tentang anak adalah .

  1. John Locke

Menurut John Locke (dalam Pratisti, 2008: 3), ketika bayi dilahirkan, dia seperti  atau kertas kosong. “Pikiran seorang anak merupakan hasil dari pengalaman dan proses belajar”. Pengalaman dan proses belajar yang diperoleh melalui indera membentuk manusia menjadi individu unik. Peran orang tua dalam perkembangan anak sangat dominan karena orang tua harus bertanggung jawab untuk mengajari anak tentang kendali diri serta rasionalitis, serta merancang, memilih, dan menentukan lingkungan dan pengalaman yang sesuai sejak anak dilahirkan. Pokok- pokok ajaran Locke (dalam Pratisti, 2008: 4), adalah; “individu memiliki temperamen yang berlainan, hal yang paling penting adalah proses belajar pada masa bayi, lingkungan menentukan cara berfikir seseorang melalui asosiasi antara pikiran dan perasaan, banyak perilaku manusia yang berkembang berdasarkan proses repetisi atau pengulangan, manusia mengalami proses belajar melalui imitasi atau peniruan, manusia belajar melalui reward and punishment”.

2. Jean Jacques Rousseau

Rousseau memandang anak lebih positif di bandingkan Locke, Rousseau berpendapat bahwa sejak bayi lahir ia sudah di bekali oleh rasa keadilan dan moralitas, serta perasaan dan pikiran. Artinya ketika bayi dilahirkan, dia sudah memiliki kapasitas dan modal yang terus berkembang secara alami tahap demi tahap. Tugas orangtua adalah memberikan kesempatan agar bakat atau bawaan tersebut dapat berkembang dan memandu pertumbuhan anak.

Tahap perkembangan manusia menurut Rousseau (dalam Pratisti, 2008: 5) :

  1. Masa bayi, sejak lahir usia sekitar dua tahun. Pada masa ini, seorang bayi mengenali lingkungannya melalui indera. Bayi belum tahu tentang idea atau penalaran. Yang dapat mereka rasakan hanya kesenangan dan rasa sakit. Namun demikian, bayi bersifat aktif, memiliki rasa ingin tahu yang besar, serta dapat belajar dengan cepat. Bayi akan berusaha meraih dan menyentuh semua benda yang ada di sekitarnya. Dengan menyentuh benda-benda tersebut, bayi itu belajar tentang rasa panas, dingin, keras, lembut, ataupun ciri-ciri objek lainnya.
  2. Masa anak-anak, usia 2-12 tahun. Masa ini ditandai oleh kemampuan untuk mandiri: mulai berjalan sendiri, makan sendiri, berbicara, serta berlari. Pada masa ini, anak mulai mengembangkan penalaran yang bersifat intuitif karena berhubungan langsung dengan gerakan tubuh dan indera. Misalnya, seorang gadis kecil yang berhasil melemparkan bola maka ia menunjukkan pengetahuan intuitif tentang kecepatan dan jarak.
  3. Masa anak – anak akhir, usia 12-15  tahun. Masa ini merupakan transisi dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Selama periode ini, anak memperoleh kekuatan fisik yang luar biasa. Mereka mampu mendorong kereta kecil atau bekerja seperti orang dewasa. Masa ini juga ditandai oleh perkembangan kognitif. Contohnya, mereka mulai mampu memecahkan masalah-masalah geometris dan science. Dalam hal ini mereka lebih tertarik untuk bekerja secara fisik dan belajar dari benda-benda yang ada di alam. Dunia buku dan lingkungan sosial merupakan hal-hal yang asing.
  4. Tahap dewasa, 15 tahun ke atas.  Tahap ini ditandai oleh pubertas dan kepedulian terhadap lingkungan sosial. Tanda-tanda lainnya berupa perubahan suasana hati yang sering tiba-tiba, mudah marah tanpa alasan yang jelas, mulai peduli terhadap lawan jenis dan orang lain, mualai merasakan kebutuhan seksual, serta mulai mampu memahami konsep-konsep abstrak dan mengembangkan minat pada science dan moral.

3. G. Stanley Hall

G. Stanley Hall (dalam Sarwono, 2011: 29) juga membagi perkembangan manusia dalam empat tahap yang mencerminkan tahap-tahap umat manusia, sebagai berikut.

a).  Masa kanak-kanak (infancy) : 0-4 tahun, mencerminkan tahap hewan dari evolusi umat manusia.

b).  Masa anak-anak (childhood) : 4-8 tahun, mencerminkan masa manusia liar, manusia yang masih menggantungkan hidupnya pada berburu atau mencari ikan.

c).  Masa muda (youth atau preadolescence) : 8-12 tahun, mencerminkan era manusia sudah agak mengenal kebudayaan, tetapi masih tetap setengah liar (semi bar-barian)

d).  Masa remaja (adolescence) : 12-25 tahun, yaitu masa topan badai (strum and drang), yang mencerminkan kebudayaan modern yang penuh gejolak akibat pertentangan nilai-nilai.

4. Binet, freud, dan Watson

Tokoh-tokoh psikologi berikutnya yang mulai peduli untuk memahami anak secara khusus adalah Alfred Binet (dalam Pratisti, 2008: 7), yang membedakan intelegensi anak normal dan anak subnormal. Sigmund Freud (dalam Pratisti, 2008: 7), berpendapat bahwa pengalaman pada masa kecil akan menentukan pola perilaku pada masa dewasa. Kemudian, John Watson (dalam Pratisti, 2008: 7), menyampaikan karya penelitiannya yang membahas peran pola asuh orang tua.

Dari penjabaran teori tentang anak menurut beberapa ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa mulai pertengahan abad kesembilan belas, pendekatan yang digunakan untuk menggambarkan perkembangan pada masa anak bervariasi, namun pada intinya masa anak adalah masa yang menentukan tahap-tahap perkembangan berikutnya. Pribadi anak merupakan hasil interaksi antara unsure keturunan dan pengalaman yang diperoleh melalui lingkungan.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s